Thursday, November 23, 2017

Bioleaf Part 5-MFQ (Muhasabah Fahmil qur’an)

Oleh: Mishelia alba

            Biosense- Lomba MFQ merupakan salah satu lomba bergengsi yang diadakan oleh Bioleaf Part 5. Lomba ini pun diadakan dua hari pada  Hari Rabu dan Kamis, 8 sampai 9 November 2017 Pukul 13.40 sampai selesai berlokasi di LT Fakultas Sains dan Teknologi UINAM. Pesertanya diikuti oleh kalangan SMA/sederajat.  Tujuan dari lomba ini seyogyanya siswa ataupun mahasiswa mengetahui akan berbagai bidang ilmu utamanya (ilmu alam atau biologi), serta ilmu agama. Apalagi kita berada dalam kampus peradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman. Adapun peserta yang mengikuti lomba ini terdiri dari 5 grup dimana grup A dari MAN 2 kota Makassar, grup B MA MADANI ALAUDDIN, grup C SMA Negeri 2 Gowa, grup D MA Ummul Mukminin dan grup E dari SMA Negeri 10 Makassar. Acara yang sunggu luar biasa inipun dijuarai oleh Ma Ummul Mukminin sebagai juara satu, juara kedua di raih oleh MAN 2 Kota Makassar dan juara ketiga diraih oleh MA Madani Alauddin sebagai juara ketiga. Harapan penulis semoga acara yang luar biasa ini tidak putus sampai disini saja, kedepan dan kedepannya lagi acara yang luar biasa menanti (*).

Wednesday, November 8, 2017

Kita Ada, Karena Adanya Ikatan Kekeluargaan



Oleh: Ika Rini Puspita


Tepat Hari Ahad, 29 Oktober 2017 Jam 13.00-Selesai mahasiswa Biologi Fakultas Sains dan Teknologi melakukan kunjungan Himpunan Part 2 yang berlangsung di sekretaris Himpunan Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Hasanuddin Makassar atau yang sering di sebut UNHAS. Yang artinya kunjungan ini sudah terlaksana dua kali. Biologi yang selama ini kental akan rasa kekeluargaan menjadi penyebab utama kunjungan himpunan tersebut. Menumbuhkan rasa bahwa kita  Biologi kita adalah keluarga.
Dalam kunjungan tersebut pemaparan materi dari salah satu pengurus Himpunan Biologi FMIPA UNHAS Mengatakan bahwa pencetus atau pemula generasi ketua Himpunan yang pertama yaitu perempuan. Lagi-lagi sosok perempuan yang tidak bisa dianggap sebelah mata. Adapun tujuan dari Himpunan tersebut “Akademik dan Kemahasiswaan” jadi mahasiswa Biologi harus berprestasi dalam urusan akademik juga urusan non akademik.
 Adapun dari sisi akademik seperti mengadakan  kuliah umum, pengembangan bidang penelitian, pengembangan (Olimpiade) serta dibantu dalam hal pengurusan beasiswa. Sungguh program-program yang sangat luar biasa bukan hanya dibidang intra (akademik) tapi juga mengadakan kegiatan ekstra (non akademik) seperti, Snorklin (Mengambil sampel dan belajar berenang), minat dan bakat (Mikat) namun, peminat mikat tersebut sedikit peminatnya sehingga Ketua Himpunan mencoba membangun dengan mengadakan bulan kreatifitas. Berharap dengan kegiatan ini bisa menumbuhkan kreatifitas mahasiswa biologi yang terpendam ditengah kesibukan (asistensi, laporan, berorganisasi dan lain-lain). Dana dan kesekretariatan bagaimana menjadikan kader merasa nyaman dalam berhimpun di Biologi. Serta memiliki peraturan jika tidak mencapai 48 SKS akan di DO pada semester 4. Tujuan dan cita-cita sebuah himpunan sangatlah mulia bukan hanya berprestasi dalam hal akademik tapi juga di luar akademik.
Bagaimana cara menumbuhkan rasa kekeluargaan? dari devisi hubungan masyarakat yang fokus di Ikatan Himpunan Biologi (IKAHIMBI) ikut dalam kegiatan luar sehingga rasa kekeluargaan terus memuncak. Serta adanya perkumpulan Keluarga Mahasiswa Kebumian Makassar (KMKM). Karena Biologi identik dengan alam maka suatu perkumpulan mengenai alam menjadi tujuan kita berkumpul bersama. Dengan kunjungan Himpunan ke 2 ini semoga bukan kunjungan yang terakhir kali, kunjungan berikutnya semoga terealisasi karena Biologi adalah  sebuah keluarga.
Diakhir tulisan ini saya akan mengutip lagu Mars Biologi “satukan beda dalam satu cita” walaupun kita berbeda-beda tapi kita memiliki visi dan misi yang sama. Kita ada, karena kita keluarga.

(Dimuat dalam Edisi I Biosense Oktober 2017)

New Story of the year: SAB



Oleh: Hevea brassielensis
            SAB (Sport Activty of Biology) merupakan ajang bergengsi yang diadakan setiap tahun oleh HMJ FST UINAM dan merupakan program kerja Divisi Minat dan Bakat yang mewadahi mahasiswa jurusan Biologi Sains dan Pendidikan Biologi dalam kompetisi bidang olahraga dan untuk mempererat hubungan persahabatan. Seperti singkatan dari namanya Sport Activity of Biology, SAB bukan hanya bertujuan untuk berlomba dalam hal olahraga. SAB juga bertujuan menjalin hubungan silahturahmi antara mahasiswa Biologi Sains dan Pendidikan Biologi (baik mahasiswa alumni maupun mahasiswa Biologi yang masih aktif di perkuliahan). Kegiatan SAB ini membuka 3 cabang pertandingan yaitu futsal, bulu tangkis, dan volli.
            Menilik secarik cerita sebelum berlangsungnya SAB tahun ini, ada berbagai planning yang dipersiapkan matang-matang sebelum hari H kegiatan. Mulai dari aksi penggalangan dana, persiapan tempat, dan finishing SAB yang dilakukan sebelum 1 minggu tiba hari H kegiatan dan cukup menguras tenaga. Namun, semangat dan kerja sama panitia dan pihak terkait lainnya sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan.
Kegiatan SAB sendiri dilaksanakan pada tanggal 13-15 Oktober 2017 bertempat di Bumi Aroepala (untuk pembukaan dan pertandingan futsal serta bulutangkis) dan di Lapangan Universitas UINAM (untuk pertandingan volli). Peserta lomba diiukuti oleh mahasiswa jurusan Biologi Sains dan Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, baik mahasiswa yang masih aktif maupun alumni.
Semua peserta lomba mendapat sertifikat. Sedangkan yang juara 1, 2 dan 3 lomba mendapatkan tambahan tropi dan piala. Cabang bulu tangkis dimenangkan oleh pasangan Mursalim dan Fatima Mansir, cabang volli putra dimenangkan oleh tim Neuron dan volli putri dimenangkan oleh tim Lacteal. Sedangkan cabang futsal, karena terjadi cekcok sehingga menjadi juara bersama bagi keempat tim yang lolos ke semifinal yakni Nukleus fc., Biologi Tarbiyah fc., Juaras Satu fc. dan Kalomang fc.
Juara
Bulu Tangkis
Volli Putra
Volli Putri
Futsal
1
Mursalim & Fatimah
Neuron
Lacteal
Juara Bersama
2
Wahid & Nabila
Lacteal
Immunoglobulin
3
Risal & Inches
GGB
Maba 2017

            Siapkan diri anda untuk SAB selanjutnya ,,,,,,,


(Dimuat dalam Edisi I Biosense Oktober 2017)

Di Balik Bioleaf Part 5



 Oleh: Linum catharticum

Biosense-Jika kalian berkunjung ke kampus II UIN Alauddin Makassar tepatnya di Fakultas Sains dan Teknologi pada tanggal 6 sampai 10 November nanti, maka jangan heran jika kalian akan mendapatkan banyak siswa-siswi berseragam dari Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat se-SULSELBAR berkumpul dan ikut berbagai perlombaan. Hal ini tidak lain dalam rangka menyukseskan salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi setiap tahunnya, yakni Biology Learning Fair atau lebih dikenal dengan singkatan BIOLEAF.
BIOLEAF merupakan salah satu kegiatan bergengsi yang diadakan HMJ Biologi Saintek dan merupakan program kerja Divisi Ilmu dan Penalaran (IP) dan Devisi Akhlak dan Moral (AMOR), yang mewadahi siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat untuk berkompetisi dalam bidang keilmuan dan keagamaan. Selain itu, dirangkaikan dengan Seminar Nasional. Setiap pemenang lomba akan mendapat hadiah dan mereka juga akan memperebutkan piala bergilir dan uang pembinaan. Kegiatan ini telah diadakan sejak tahun 2013 dan sudah menjadi kegiatan tahunan Mahasiswa Biologi Fakultas Sains dan Teknologi.
Tahun ini dengan bangga dan bersemangat Mahasiswa Biologi Fakultas Sains dan Teknologi kembali mempersiapkan BIOLEAF untuk kelima kalinya yang akan diadakan di kampus II UIN Alauddin Makassar pada tanggal 6 sampai 10 Novermber 2017. BIOLEAF tahun ini akan mengangkat beberapa item lomba dengan dua bidang utama yakni bidang keagamaan yang terdiri atas Musabaqah Fahmil Quran, Musabaqah Syarhil Quran, Nasyid, Pidato Bahasa Inggris dan Kaligrafi. Sedangkan item untuk bidang keilmuan diantaranya Olimpiade, Debat Ilmiah, LKTI, Terrarium, Sayembara Lagu Biologi dan Mading 3D. Berbagai item perlombaan ini akan dirangkaikan dengan Seminar Nasional dengan tema “Beasiswa Dalam dan Luar Negeri” pada hari pertama sebagai pembukaan kegiatan.
Banyaknya unit kegiatan yang akan dilaksanakan tentunya membutuhkan perisiapan yang tidak sedikit. Tidak heran jika bekal untuk BIOLEAF dirancang dan direncanakan sejak berbulan-bulan sebelumnya.
“Persiapannya sejauh ini sudah mencapai 80% karena yang 20% adalah tahap finishing seperti seminar acara yang sudah di agendakan itu kan belum berjalan jadi sejauh ini sudah mulai tahap pengerjaan” ujar Iqrima, selaku ketua panitia BIOLEAF.
“Suka dukanya banyak. Mulai dari persiapan, penggalangan dana yang dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Sukanya karena menjadi lebih mengenal satu sama lain dari angkatan-angkatan karena sering kumpul bareng. Pergi jalan-jalan antar surat sekaligus refresing. Dukanya dalam hal ada sesuatu hal lain yang terkadang membuat sedikit kecewa (absennya anggota tanpa alasan ketika dibutuhkan)” lanjutnya sembari tetap tersenyum saat diwawancarai pada Jumat 3 November 2017, yakni dua hari sebelum kegiatan.
            Harapan untuk BIOLEAF kali ini semoga dapat berjalan sebagaimana yang direncanakan, mengapresiasi seluruh keluarga Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar untuk tetap mempertahankan ajang tahunan ini di masa-masa mendatang, dapat menambah ilmu baru dan pengalaman lebih khususnya kepada adik-adik SMA/Sederajat yang akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan serta membentuk generasi cerdas, terutama dalam bidang Sains yang Islami.


(Dimuat dalam Edisi I Biosense Oktober 2017)

Biologi Berbagi

Oleh: Ika Rini Puspita


 Mahasiswa yang sering dijuluki sebagai kaum intelektual yang seyogyanya memberikan tempat tersendiri di dalam masyarakat. Hal tersebut dikarenakan mahasiswa memiliki kelebihan yang tentu saja tidak bisa disamakan dengan rakyat biasa, terutama dalam hal perjuangan bagi bangsa dan negaranya. Selain itu, mahasiswa juga memiliki pemikiran yang belum terpengaruh oleh urusan politik dan kepentingan-kepentingan lainnya. Mahasiswa yang tidak hanya sekedar menuntut ilmu, sibuk dengan tumpukan tugas yang diberikan dosen, sibuk berorganisasi, atau sibuk mengejar IP tinggi sampai lupa akan perannya sebagai mahasiswa, berkontribusi nyata  untuk masyarakat yang terpenting adalah mengaplikasikan teori yang dipahami bukan hanya dijadikan tumpukan pengetahuan.
Di tengah kesibukan mahasiswa sekarang yang bisa dikatakan super padat apalagi Jurusan Biologi dengan (laporan, respon, asistensi, hafal nama latin dan yang lainnya) ternyata masi saja peduli dan jeli melihat kondisi sekitarnya. Pada hari Sabtu, 14 Oktober 2017 mahasiswa Jurusan Biologi angkatan 2015 Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar acara berlangsung di Jln. AMD. Borong Jambu Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar atau di tempat pembuangan akhir sampah Antang (TPA).
Tujuan diadakan acara ini yaitu untuk memperingati milat angkatan 2015 yang kedua dengan nama angkatan “impuls”. Wiwin Silviawin selaku ketua angkatan memilih tempat di TPA Antang menurutnya tempat tersebut  layak menerimah perhatian lebih lanjut terkait usaha mereka untuk mencerdaskan anak-anak yang dimana orang tuanya dominan berprofesi sebagai pemulung.  Karena kami yang masi berstatus sebagai mahasiswa dengan menyumbangkan buku bekas, alat tulis, snack dan minuman tidak memberatkan. Tentunya dengan ini bisa meningkatkan wujud syukur dan kesadaran akan pentingnya ilmu, menghargai pasilitas yang ada karena kita tahu ternyata masi banyak anak-anak bangsa yang terhambat menuntut ilmu. Harapan yang lainnya semoga banyak masyarakat yang peduli dengan penderitaan mereka”. Tutur Wiwin selaku ketua angkatan.
  Sempat diskusi langsung dengan Ibu Naharia sebagai penanggung jawab rumah baca dengan jumlah pelajar diperkirakan sebanyak 200 orang dan yang aktif kadang 70 orang dari yang tidak berpendidikan sampai yang berpendidikan, tidak memilah-milah yang penting punya keinginan untuk belajar adapun waktu belajarnya habis sholat ashar sampai selesai. Niat mulia  ibu Naharia mendirikan rumah baca dengan mengambil contoh dari dirinya sendiri yang putus sekolah SMP kelas 2. “Cita-cita ingin jadi guru yang tidak kesampaian akhirnya ibu melihat di sekitar TPA masi ada anak-anak yang tidak menempuh pendidikan dan pekerjaan orang tua disekitar TPA sebagai pemulung, sehingga anaknya tidak terurus. Kalo bukan kita yang bergerak langsung siapa lagi yang membantu mereka” Niat mulia ibu Naharia dikehidupan sekarang sangat sulit kita temukan. Diakhir pembahasan kami pun bertanya siapa yang sering berkunjung ke tempat baca ini? jawaban menarik yang terdengar, ibu itu pun menjawab banyak dari kalangan mahasiswa, komunitas dan tempat ini kan kumuh otomatis diincar-incar oleh partai politik tidak lain untuk cari muka. Menanggapi pernyataan tersebut senyum miris menghampiri bisa-bisanya tempat seperti ini pun dijadikan ajang perpolitikan.
Penutup, harapan ibu Naharia selaku pengurus rumah baca tersebut ia berharap “sarana dan prasarana kan cuman dikontrak, harapannya sebaiknya pemerintah menyiapkan tanah tersendiri dan berharap taman baca ini tetap berlanjut terus”. Adapun harapan penulis seyogyannya pemerintah memperhatikan masalah ini dengan serius mungkin karena sudah menjadi kewajibannya dan berharap kedepannya kepada mahasiswa yang yang sekarang aksi nyata sangatlah diperlukan. Sebab, jika hanya berkutat pada teori apa bedanya kita dengan orang yang tak berpendidikan.  


(Dimuat dalam Edisi I Biosense Oktober 2017)