Biosense- Lomba MFQ merupakan salah satu lomba bergengsi
yang diadakan oleh Bioleaf Part 5. Lomba ini pun diadakan dua hari
pada Hari Rabu
dan Kamis, 8 sampai 9 November 2017 Pukul
13.40 sampai selesai berlokasi di LT Fakultas
Sains dan Teknologi UINAM. Pesertanya
diikuti oleh kalangan SMA/sederajat.
Tujuan dari lomba ini seyogyanya siswa ataupun mahasiswa mengetahui akan
berbagai bidang ilmu utamanya (ilmu alam atau biologi), serta ilmu agama. Apalagi kita berada dalam kampus peradaban
yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman. Adapun peserta yang mengikuti lomba ini terdiri dari 5 grup dimana grup A
dari MAN 2 kota Makassar,
grup B MA MADANI ALAUDDIN, grup C SMA Negeri 2 Gowa, grup D MA Ummul
Mukminin dan grup E dari SMA Negeri
10 Makassar. Acara yang sunggu luar biasa inipun dijuarai oleh Ma Ummul
Mukminin sebagai juara satu, juara kedua di raih oleh MAN 2 Kota Makassar dan
juara ketiga diraih oleh MA Madani Alauddin sebagai juara ketiga. Harapan penulis semoga acara yang luar
biasa ini tidak putus sampai disini saja, kedepan dan kedepannya lagi acara
yang luar biasa menanti (*).
Thursday, November 23, 2017
Wednesday, November 8, 2017
Kita Ada, Karena Adanya Ikatan Kekeluargaan
Oleh: Ika Rini Puspita
Tepat Hari Ahad, 29 Oktober 2017 Jam
13.00-Selesai mahasiswa Biologi Fakultas Sains dan Teknologi melakukan
kunjungan Himpunan Part 2 yang berlangsung di sekretaris Himpunan Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Hasanuddin Makassar atau yang sering di
sebut UNHAS. Yang artinya kunjungan ini sudah terlaksana dua kali. Biologi yang
selama ini kental akan rasa kekeluargaan menjadi penyebab utama kunjungan
himpunan tersebut. Menumbuhkan rasa bahwa kita
Biologi kita adalah keluarga.
Dalam kunjungan tersebut pemaparan
materi dari salah satu pengurus Himpunan Biologi FMIPA UNHAS Mengatakan bahwa
pencetus atau pemula generasi ketua Himpunan yang pertama yaitu perempuan.
Lagi-lagi sosok perempuan yang tidak bisa dianggap sebelah mata. Adapun tujuan
dari Himpunan tersebut “Akademik dan Kemahasiswaan” jadi mahasiswa Biologi
harus berprestasi dalam urusan akademik juga urusan non akademik.
Adapun dari sisi akademik seperti mengadakan kuliah umum, pengembangan bidang penelitian,
pengembangan (Olimpiade) serta dibantu dalam hal pengurusan beasiswa. Sungguh
program-program yang sangat luar biasa bukan hanya dibidang intra (akademik)
tapi juga mengadakan kegiatan ekstra (non akademik) seperti, Snorklin
(Mengambil sampel dan belajar berenang), minat dan bakat (Mikat) namun, peminat
mikat tersebut sedikit peminatnya sehingga Ketua Himpunan mencoba membangun
dengan mengadakan bulan kreatifitas. Berharap dengan kegiatan ini bisa
menumbuhkan kreatifitas mahasiswa biologi yang terpendam ditengah kesibukan
(asistensi, laporan, berorganisasi dan lain-lain). Dana dan kesekretariatan
bagaimana menjadikan kader merasa nyaman dalam berhimpun di Biologi. Serta
memiliki peraturan jika tidak mencapai 48 SKS akan di DO pada semester 4. Tujuan
dan cita-cita sebuah himpunan sangatlah mulia bukan hanya berprestasi dalam hal
akademik tapi juga di luar akademik.
Bagaimana cara menumbuhkan rasa
kekeluargaan? dari devisi hubungan masyarakat yang fokus
di Ikatan Himpunan Biologi (IKAHIMBI) ikut dalam kegiatan luar sehingga rasa
kekeluargaan terus memuncak. Serta adanya perkumpulan Keluarga Mahasiswa
Kebumian Makassar (KMKM). Karena Biologi identik dengan alam maka suatu
perkumpulan mengenai alam menjadi tujuan kita berkumpul bersama. Dengan
kunjungan Himpunan ke 2 ini semoga bukan kunjungan yang terakhir kali,
kunjungan berikutnya semoga terealisasi karena Biologi adalah sebuah keluarga.
Diakhir tulisan ini saya akan
mengutip lagu Mars Biologi “satukan beda dalam satu cita” walaupun kita
berbeda-beda tapi kita memiliki visi dan misi yang sama. Kita ada, karena kita
keluarga.
(Dimuat dalam Edisi I Biosense Oktober 2017)
New Story of the year: SAB
Oleh: Hevea brassielensis
SAB (Sport Activty of Biology) merupakan
ajang bergengsi yang diadakan setiap tahun oleh HMJ FST UINAM dan merupakan
program kerja Divisi Minat dan Bakat yang mewadahi mahasiswa jurusan Biologi
Sains dan Pendidikan Biologi dalam kompetisi bidang olahraga dan untuk mempererat
hubungan persahabatan. Seperti singkatan dari namanya Sport Activity of Biology, SAB bukan hanya bertujuan untuk berlomba
dalam hal olahraga. SAB juga bertujuan menjalin hubungan silahturahmi antara mahasiswa
Biologi Sains dan Pendidikan Biologi (baik mahasiswa alumni maupun mahasiswa Biologi
yang masih aktif di perkuliahan). Kegiatan SAB ini membuka 3 cabang
pertandingan yaitu futsal, bulu tangkis, dan volli.
Menilik secarik cerita sebelum
berlangsungnya SAB tahun ini, ada berbagai planning
yang dipersiapkan matang-matang sebelum hari H kegiatan. Mulai dari aksi
penggalangan dana, persiapan tempat, dan finishing SAB yang dilakukan sebelum 1
minggu tiba hari H kegiatan dan cukup menguras tenaga. Namun, semangat dan
kerja sama panitia dan pihak terkait lainnya sehingga kegiatan ini dapat
dilaksanakan.
Kegiatan
SAB sendiri dilaksanakan pada tanggal 13-15 Oktober 2017 bertempat di Bumi Aroepala
(untuk pembukaan dan pertandingan futsal serta bulutangkis) dan di Lapangan Universitas
UINAM (untuk pertandingan volli). Peserta lomba diiukuti oleh mahasiswa jurusan
Biologi Sains dan Pendidikan Biologi Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar, baik mahasiswa yang masih aktif maupun alumni.
Semua
peserta lomba mendapat sertifikat. Sedangkan yang juara 1, 2 dan 3 lomba
mendapatkan tambahan tropi dan piala. Cabang bulu tangkis dimenangkan oleh
pasangan Mursalim dan Fatima Mansir, cabang volli putra dimenangkan oleh tim Neuron
dan volli putri dimenangkan oleh tim Lacteal. Sedangkan cabang futsal, karena
terjadi cekcok sehingga menjadi juara bersama bagi keempat tim yang lolos ke
semifinal yakni Nukleus fc., Biologi Tarbiyah fc., Juaras Satu fc. dan Kalomang
fc.
Juara
|
Bulu Tangkis
|
Volli Putra
|
Volli Putri
|
Futsal
|
1
|
Mursalim
& Fatimah
|
Neuron
|
Lacteal
|
Juara Bersama
|
2
|
Wahid &
Nabila
|
Lacteal
|
Immunoglobulin
|
|
3
|
Risal &
Inches
|
GGB
|
Maba 2017
|
Siapkan diri anda
untuk SAB selanjutnya ,,,,,,,
(Dimuat dalam Edisi I Biosense Oktober 2017)
(Dimuat dalam Edisi I Biosense Oktober 2017)
Di Balik Bioleaf Part 5
Oleh: Linum catharticum
Biosense-Jika kalian berkunjung ke kampus II UIN Alauddin Makassar tepatnya
di Fakultas Sains dan Teknologi pada tanggal 6 sampai 10 November nanti, maka
jangan heran jika kalian akan mendapatkan banyak siswa-siswi berseragam dari
Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat se-SULSELBAR berkumpul dan ikut berbagai
perlombaan. Hal ini tidak lain dalam rangka menyukseskan salah satu program
kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi setiap tahunnya, yakni Biology Learning Fair atau lebih dikenal
dengan singkatan BIOLEAF.
BIOLEAF merupakan salah satu kegiatan bergengsi yang diadakan HMJ
Biologi Saintek dan merupakan program kerja Divisi Ilmu dan Penalaran (IP) dan Devisi Akhlak dan Moral (AMOR), yang
mewadahi siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat untuk berkompetisi
dalam bidang keilmuan dan keagamaan. Selain itu, dirangkaikan dengan Seminar
Nasional. Setiap pemenang lomba akan mendapat hadiah dan mereka juga akan
memperebutkan piala bergilir dan uang pembinaan. Kegiatan ini telah diadakan
sejak tahun 2013 dan sudah menjadi kegiatan tahunan Mahasiswa Biologi Fakultas
Sains dan Teknologi.
Tahun ini dengan bangga dan bersemangat Mahasiswa Biologi Fakultas
Sains dan Teknologi kembali mempersiapkan BIOLEAF untuk kelima kalinya yang
akan diadakan di kampus II UIN Alauddin Makassar pada tanggal 6 sampai 10
Novermber 2017. BIOLEAF tahun ini akan mengangkat beberapa item lomba dengan
dua bidang utama yakni bidang keagamaan yang terdiri atas Musabaqah Fahmil
Quran, Musabaqah Syarhil Quran, Nasyid, Pidato Bahasa Inggris dan Kaligrafi. Sedangkan
item untuk bidang keilmuan diantaranya Olimpiade, Debat Ilmiah, LKTI,
Terrarium, Sayembara Lagu Biologi dan Mading 3D. Berbagai item perlombaan ini
akan dirangkaikan dengan Seminar Nasional dengan tema “Beasiswa Dalam dan Luar
Negeri” pada hari pertama sebagai pembukaan kegiatan.
Banyaknya unit kegiatan yang akan dilaksanakan tentunya membutuhkan
perisiapan yang tidak sedikit. Tidak heran jika bekal untuk BIOLEAF dirancang
dan direncanakan sejak berbulan-bulan sebelumnya.
“Persiapannya sejauh ini sudah mencapai 80% karena yang 20% adalah
tahap finishing seperti seminar acara yang sudah di agendakan itu kan belum
berjalan jadi sejauh ini sudah mulai tahap pengerjaan” ujar Iqrima, selaku
ketua panitia BIOLEAF.
“Suka dukanya banyak. Mulai dari persiapan, penggalangan dana yang
dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Sukanya karena menjadi lebih mengenal satu
sama lain dari angkatan-angkatan karena sering kumpul bareng. Pergi jalan-jalan
antar surat sekaligus refresing. Dukanya dalam hal ada sesuatu hal lain yang
terkadang membuat sedikit kecewa (absennya anggota tanpa alasan ketika
dibutuhkan)” lanjutnya sembari tetap tersenyum saat diwawancarai pada Jumat 3
November 2017, yakni dua hari sebelum kegiatan.
Harapan untuk BIOLEAF
kali ini semoga dapat berjalan sebagaimana yang direncanakan, mengapresiasi
seluruh keluarga Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar
untuk tetap mempertahankan ajang tahunan ini di masa-masa mendatang, dapat
menambah ilmu baru dan pengalaman lebih khususnya kepada adik-adik SMA/Sederajat
yang akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan serta membentuk generasi cerdas,
terutama dalam bidang Sains yang Islami.
(Dimuat dalam Edisi I Biosense Oktober 2017)
(Dimuat dalam Edisi I Biosense Oktober 2017)
Biologi Berbagi
Oleh: Ika Rini Puspita
Mahasiswa yang sering dijuluki sebagai kaum intelektual yang
seyogyanya memberikan tempat tersendiri di dalam masyarakat. Hal tersebut
dikarenakan mahasiswa memiliki kelebihan yang tentu saja tidak bisa disamakan
dengan rakyat biasa, terutama dalam hal perjuangan bagi bangsa dan negaranya.
Selain itu, mahasiswa juga memiliki pemikiran yang belum terpengaruh oleh
urusan politik dan kepentingan-kepentingan lainnya. Mahasiswa yang tidak hanya
sekedar menuntut ilmu, sibuk dengan tumpukan tugas yang diberikan dosen, sibuk
berorganisasi, atau sibuk mengejar IP tinggi sampai lupa akan perannya sebagai
mahasiswa, berkontribusi nyata untuk
masyarakat yang terpenting adalah mengaplikasikan teori yang dipahami bukan
hanya dijadikan tumpukan pengetahuan.
Di tengah kesibukan mahasiswa sekarang yang bisa dikatakan super
padat apalagi Jurusan Biologi dengan (laporan, respon, asistensi, hafal nama
latin dan yang lainnya) ternyata masi saja peduli dan jeli melihat kondisi
sekitarnya. Pada hari Sabtu, 14 Oktober 2017 mahasiswa Jurusan Biologi angkatan
2015 Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar acara
berlangsung di Jln. AMD. Borong Jambu Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala
Kota Makassar atau di tempat pembuangan akhir sampah Antang (TPA).
Tujuan diadakan acara ini yaitu untuk memperingati milat angkatan
2015 yang kedua dengan nama angkatan “impuls”. Wiwin Silviawin selaku ketua
angkatan memilih tempat di TPA Antang menurutnya tempat tersebut layak menerimah perhatian lebih lanjut terkait
usaha mereka untuk mencerdaskan anak-anak yang dimana orang tuanya dominan
berprofesi sebagai pemulung. “Karena
kami yang masi berstatus sebagai mahasiswa dengan menyumbangkan buku bekas,
alat tulis, snack dan minuman tidak memberatkan. Tentunya dengan ini bisa
meningkatkan wujud syukur dan kesadaran akan pentingnya ilmu, menghargai
pasilitas yang ada karena kita tahu ternyata masi banyak anak-anak bangsa yang
terhambat menuntut ilmu. Harapan yang lainnya semoga banyak masyarakat yang peduli
dengan penderitaan mereka”. Tutur Wiwin selaku ketua angkatan.
Sempat diskusi langsung dengan Ibu Naharia sebagai
penanggung jawab rumah baca dengan jumlah pelajar diperkirakan sebanyak 200
orang dan yang aktif kadang 70 orang dari yang tidak berpendidikan sampai yang
berpendidikan, tidak memilah-milah yang penting punya keinginan untuk belajar
adapun waktu belajarnya habis sholat ashar sampai selesai. Niat mulia ibu Naharia mendirikan rumah baca dengan
mengambil contoh dari dirinya sendiri yang putus sekolah SMP kelas 2. “Cita-cita
ingin jadi guru yang tidak kesampaian akhirnya ibu melihat di sekitar TPA masi
ada anak-anak yang tidak menempuh pendidikan dan pekerjaan orang tua disekitar
TPA sebagai pemulung, sehingga anaknya tidak terurus. Kalo bukan kita yang
bergerak langsung siapa lagi yang membantu mereka” Niat mulia ibu Naharia
dikehidupan sekarang sangat sulit kita temukan. Diakhir pembahasan kami pun
bertanya siapa yang sering berkunjung ke tempat baca ini? jawaban menarik yang terdengar,
ibu itu pun menjawab banyak dari kalangan mahasiswa, komunitas dan tempat ini
kan kumuh otomatis diincar-incar oleh partai politik tidak lain untuk cari muka.
Menanggapi pernyataan tersebut senyum miris menghampiri bisa-bisanya tempat
seperti ini pun dijadikan ajang perpolitikan.
Penutup, harapan ibu Naharia selaku pengurus rumah baca tersebut ia
berharap “sarana dan prasarana kan cuman dikontrak, harapannya sebaiknya
pemerintah menyiapkan tanah tersendiri dan berharap taman baca ini tetap
berlanjut terus”. Adapun harapan penulis seyogyannya pemerintah
memperhatikan masalah ini dengan serius mungkin karena sudah menjadi
kewajibannya dan berharap kedepannya kepada mahasiswa yang yang sekarang aksi
nyata sangatlah diperlukan. Sebab, jika hanya berkutat pada teori apa bedanya
kita dengan orang yang tak berpendidikan.
(Dimuat dalam Edisi I Biosense Oktober 2017)
(Dimuat dalam Edisi I Biosense Oktober 2017)
Subscribe to:
Posts (Atom)


